Haruskah Anak-anak Mengonsumsi Makanan Organik?

Surabaya – Makanan organik konon lebih sehat ketimbang yang non-organik. Sebab makanan organik tumbuh tanpa paparan pestisida, pupuk, antibiotik, ataupun hormon pertumbuhan. Jadi, haruskah anak-anak mengonsumsi makanan organik?

Laporan terbaru tentang makanan organik dan kebutuhan gizi anak-anak menyebut para bocah tidak harus makan makanan organik. Sebab yang diperlukan anak-anak adalah gizi. Anak-anak disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan susu rendah lemak, terlepas apakah makanan itu organik atau tidak.

Demikian pendapat Dr Janet Silverstein, anggota nutrisi komite di American Academy of Pediatrics, yang terlibat dalam pembuatan laporan penelitian, seperti dikutip livescience, Rabu (24/10/2012). Laporan tersebut dirilis di pertemuan tahunan American Academy of Pediatrics di New Orleans.

Penelitian tentang makanan organik saat ini masih sangat terbatas, karena itu laporan tersebut merekomendasikan penelitian lanjutan tentang manfat kesehatan yang potensial dari makanan organik. Apalagi penelitian yang dilakukan American Academy of Pediatrics belum menemukan perbedaan mencolok tentang nilai gizi makanan organik dan non-organik. Selain itu belum ada pula penelitian tentang efek mengonsumsi makanan organik dalam jangka waktu lama.

Laporan tersebut disusun dengan cara mengumpulkan puluhan artikel penelitian tentang makanan organik dan makanan konvensional dalam beberapa dekade terakhir. Fokusnya adalah pada studi tebaru terkait kandungan nutrisi dan pestisida pada makanan.

Dalam beberapa penelitian disebutkan makanan organik memiliki lebih banyak vitamin C dan fosfor daripada makanan konvensional. Meski demikian, laporan di American Academy of Pediatrics mengatakan tidak ada bukti bahwa perbedaan tersebut bermakna bagi kesehatan anak-anak.

Memang benar makanan organik memiliki tingkat paparan pestisida dalam tingkat rendah. Akan tetapi masih belum jelas apakah perbedaan ini mempengaruhi kesehatan seseorang dari waktu ke waktu.

“Tapi kita tahu bahwa anak-anak, terutama anak-anak yang otaknya sedang berkembang, rentan terhadap paparan bahan kimia,” ujar Dr Joel Forman, penulis lainnya dari laporan tersebut.

Saat mencuci sayuran atau buah dengan air, memang menghilangkan kandungan pestisida, namun tidak semua kandungan pestisida luruh. Belum terbukti nyata bagaimana paparan pestisida itu terhadap orang yang memakannya.

Banyak orang pula memilih meminum susu organik untuk menghindari susu dari sapi yang diberi hormon pertumbuhan di peternakan konvensional. Namun hormon pertumbuhan yang khusus untuk sapi ini diyakini tidak memiliki efek biologis pada manusia. Apalagi hormon pertumbuhan pada sapi ini akan terdegradasi dalam asam lambung manusia.

Terkadang sapi diberi hormon steroid, semacam estrogen, untuk meningkatkan masa otot dan mempercepat pertumbuhan. Lalu adakah pengaruh hormon ini pada susu sapi? Laporan tersebut belum melihat keterkaitannya, sehingga paparan estrogen melalui susu sapi harus diperjelas melalui penelitian.

Peternakan organik menghindari penggunaan antibiotik pada hewan ternak, sehingga daging hewan tersebut relatif terbebas bakteri yang resisten terhadap obat. Namun memasak dengan cara yang tepat ditengarai bisa mengurangi risiko terkena paparan bakteri itu. Namun kenyataannya tetap saja ada penyakit yang diakibatkan oleh bakteri yang resisten terhadap obat tersebut.

Umumnya, orang-orang memilih mengkonsumsi makanan organik lebih karena alasan lingkungan ketimbang alasan kesehatan. Sebab dengan berkurangnya penggunaan pestisida, maka produk organik lebih ramah lingkungan.

(vit/iwd)

About Rio Agus Setyawan

^. senyumanmu berarti buatku .^
This entry was posted in kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s